Tanaman Hidroponik

Cara Menanam Sawi Hidroponik Bagi Pemula

Buat anda yang masih pemula, sudahkah anda mengetahui cara menanam sawi hidroponik? Tetapi sebelum itu, siapa sih yang tak kenal dengan sayur sawi? Jenis sayuran yang satu ini kerap hadir pada hidangan mie ayam maupun bakso. Tanaman ini juga mudah dibudidayakan khususnya di wilayah Indonesia, oleh karena itu memang sangat diperlukan pemahaman mengenai cara menanam sawi secara hidroponik.

Sawi adalah sekelompok tumbuhan dari marga Brassica yang dimanfaatkan daun atau bunganya sebagai bahan pangan (sayuran), baik segar maupun diolah. Sawi mencakup beberapa spesies Brassica yang kadang-kadang mirip satu sama lain. Sebagai salah satu sayuran hijau yang mudah tumbuh dan sering menjadi bahan makanan favorit dalam masakan keluarga, seperti tumis sawi, sawi bisa dibuat ke dalam berbagai resep makanan lainnya karena sayur sawi memliki tekstur yang lembut dan segar serta kaya akan vitamin A, C, dan K.

Bagi para ibu rumah tangga yang ingin mempunyai kegiatan lain selain mengurusi rumah, menanam sawi hidroponik di sekitar pekarangan rumah adalah sebuah kegiatan yang sangat efektif karena lahan yang dibutuhkan juga tak selalu membutuhkan lahan yang luas. Lahan yang sempit dan terbatas bisa dimanfaatkan untuk berhidroponik. Hanya saja memang sangat diperlukan penataan yang tepat agar tanaman kelihatan rapi berderetan apalagi saat panen.

Cara Menanam Sawi Hidroponik

Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Adapun langkah-langkah atau cara menanam sawi hidroponik ini adalah sebagai berikut.

  • Memastikan ketersediaan seluruh alat dan bahan yang hendak digunakan

Hal pertama yang perlu dilakukan dalam tata cara menanam sawi hidroponik yaitu dengan menyiapkan alat dan bahannya terlebih dahulu seperti:

rockwool

sprayer/penyemprot air

– pinset

– air

– benih sawi

– nutrisi hidroponik

– media tanam

  • Pemilihan benih dan melakukan pembibitan

Perlu diketahui bahwa dalam tata cara menanam sawi hidroponik, benih sawi tidak dapat langsung ditanam. Untuk itu jangan lupa untuk memilih benih sawi dengan kualitas terbaik ya agar sawi yang dihasilkan nantinya segar dan besar.

Sebagai pedoman, ciri benih sawi yang unggul adalah sebagai berikut:

a. Bentuk bulat kecil

b. Kulit bibit sawi berwana cokelat kehitaman

c. Agak keras jika dipencet

d. Permukaan bibit licin dan mengkilap

e. Kemasan benih dalam kondisi utuh berbahan aluminium foil

Benih sawi dapat dibeli di toko-toko pertanian atau secara online shop dengan varietas serta harga yang beragam. Nah setelah anda mempunyai benih sawi yang akan dibudidayakan, langkah selanjutnya adalah menebar atau menyemai benih sawi tersebut. Tempat penyemaian bisa menggunakan rockwool karena memiliki daya serap air yang tinggi dan juga steril.

  • Media tanam sawi hidroponik

– Siapkan media tanam, potong rockwool setebal 2,5 cm. Iris memanjang sedalam kurang lebih 1 cm menjadi 3 bagian dan iris melintang menjadi 6 bagian sedalam 1 cm.

– Setelah itu lubangi setiap kotak rockwool menggunakan pinset. Masukkanlah benih ke dalam lubang dengan posisi kecambah di bawah (1 lubang diisi 1 benih).

– Setelah semua lubang terisi, basahi rockwool menggunakan sprayer/semprotan dengan kekuatan air yang lembut. Taruh semaian di tempat terbuka yang cukup sinar matahari.

– Ketika sawi sudah berdaun 3 atau lebih maka sudah waktunya untuk dipindah ke sistem hidroponik dan diberi nutrisi hidroponik. Biasanya hal ini dilakukan pada saat umur sawi sekitar 7-10 hari setelah semai.

– Kemudian yang akan dilakukan selanjutnya adalah tahap pindah tanam. Pisahkan/potong rockwool berdasarkan irisan yang dibuat pada langkah awal. Apabila susah untuk memisahkan rockwool, bisa menggunakan cutter untuk memotong rockwool sampai terpisah. Taruh potongan rockwool ke dalam netpot yang sudah dikasih flanel (sumbu).

Sekedar informasi tambahan, ada tiga kriteria media tanam yang baik yakni: tidak mempengaruhi larutan nutrisi, tidak menghambat sistem pengairan, dan mempunyai pori-pori yang baik untuk pengairan.

  • Pemberian nutrisi

Cara menanam sawi hidroponik yang terakhir adalah pemberian nutrisi. Letakkan netpot ke dalam sistem hidroponik, pada tahap ini nutrisi yang diberikan kepekatannya 600 ppm. Kepekatan nutrisi dinaikkan setelah masuk 5 hari setelah pindah tanam menjadi 800 ppm. Setelah memasuki 10 hari setelah tanam, naikkan kepekatan nutrisi menjadi 1200 ppm. Jaga ppm nutrisi agar selalu stabil diangka tersebut sampai panen. Masa panen sayur sawi hidroponik adalah sekitar 30 hingga 40 hari dengan cara dicabut beserta akarnya.

Bagi anda yang masih pemula, langkah-langkah/cara menanam sawi hidroponik ini boleh menjadi solusi atas kebingungan anda terhadap hidroponik sawi. Silahkan memanfaatkan lahan terbatas anda untuk mengkonsumsi bahan makanan yang sehat.

Berbagi ke teman !!

Leave a Reply

Your email address will not be published.