pasir dan kerikil hidroponik
Media dan Instalasi

Fungsi Pasir dan Kerikil Untuk Tanaman Hidroponik

Meski tidak membutuhkan media tanah seperti pada umumnya, teknik menanam hidroponik juga membutuhkan pasir dan batu kerikil untuk membantu pertumbuhan tanaman. Di samping itu kerikil dan pasir memang mudah sekali untuk didapat dan mungkin banyak terserbar di sekitar lingkungan rumah anda.

Kerikil (dalam bahasa Inggris: gravel) adalah sejenis bebatuan kecil yang ukurannya sekitar 2 mm sampai 75 mm. Biasanya kerikil ini berasal dari batu granit yang sudah pecah atau mungkin dipecahkan. Untuk pemanfaatannya, batu kerikil sering kali digunakan untuk proses pembangunan badan jalan dan juga sebagai batu campuran dalam produksi bata.

Terdapat aneka jenis batu kerikil yang banyak tersebar di lingkungan alam sekitar, antara lain:

  • Kerikil tepi
  • Kerikil gunung
  • Kerikil pantai
  • Kerikil murni
  • Kerikil sisa
  • Cadas teluk
  • Cadas tumbukan
  • Kerikil tumbukan

Sementara itu pasir adalah material yang berbentuk butiran yang terdiri dari partikel batuan dan mineral yang terpecah halus. Jika dibandingkan dengan ukuran kerikil, pasir jauh lebih halus. Tetapi lebih kasar dari lanau. Lanau sendiri bisa disebut dengan tanah. Sama dengan kerikil, pasir juga sering kali digunakan untuk kebutuhan bahan bangunan. Namun selain untuk bahan bangunan, pasir dan kerikil ternyata sangat berguna untuk kebutuhan hidroponik.

Fungsi Pasir dan Kerikil Untuk Hidroponik

  • Fungsi Pasir

Penggunaan media tanam seperti pasir dapat menopang tanaman hidroponik dengan baik, terlebih ketika bobot pasir cukup berat. Hal ini juga dapat mempermudah tegaknya setek batang. Selain itu keunggulan media tanam pasir dalam hidroponik yaitu mampu meningkatkan sistem aerasi serta drainase media tanam tanaman. Alasan mendasar karena pasir memiliki pori-pori yang cukup banyak sehingga pasir lebih cepat basah dan kering. Dengan adanya sirkulasi udara yang baik maka pertumbuhan akar tanaman bisa tumbuh dengan baik pula.

  • Fungsi Kerikil

Baru kerikil bisa menjadi alternatif media tanam hidroponik. Pasalnya kerikil sangat potensial dalam membantu peredaran unsur hara dan udara. Sehingga dengan adanya hal seperti ini maka pertumbuhan akar tanaman hidroponik jadi tak terhalang. Bebatuan kerikil juga memiliki pori-pori berukuran besar dengan jumlah yang banyak. Meski mudah basah namun kerikil juga mudah kering.

Kendati demikian sebenarnya ada cara lain yang bisa anda gunakan terkait penggunaan kerikil pada sistem hidroponik, yaitu kerikil sintetis. Jenis kerikil ini didesain khusus dan sudah banyak dijual di pasaran untuk media tanam hidroponik. Bentuknya persis menyerupai batu apung dengan bobot ringan.

Berbagi ke teman !!

Leave a Reply

Your email address will not be published.